Kurikulum memegang peranan penting dalam pendidikan,
sebab berkaitan dengan penentuan arah, isi dan proses pendidikan yang pada
akhirnya menentukan macam dan kualifikasi lulusan suatu lembaga pendidikan.
Seiring dengan perkembangan jaman dan tuntutan dari masyarakat, maka dunia
pendidikan harus melakukan inovasi dalam pendidikan. Inovasi pendidikan akan
berjalan dan mencapai sasarannya jika progam pendidikan tersebut dirancang dan
di implementasikan sesuai dengan kondisi dan tuntutan jaman.
Sebagai implikasi dari pentingnya inovasi pendidikan
menuntut kesadaran tentang peranan guru. Seabagai tenaga professional, guru
merupakan pintu gerbang inovasi sekaligus gerbang menuju pembangunan yang
terintegrasi. Hal ini dikarenakan pembangunan dapat terlaksana jika dimulai
dari membangun manusianya terlebih dahulu. Tanpa manusia yang cakap, terampil,
berpengetahuan, cerdas, kreatif dan bertanggung jawab maka pembangunan yang
terintegrasi tidak akan dapat terlaksana dengan baik. Oleh karena itu, setiap
guru dan tenaga kependidikan lain harus memahami kurikulum dengan sebaik-
baiknya.
Kurikulum dan pembelajaran merupakan dua hal yang
tidak dapat dipisahkan. Sebagai suatu rencana atau program, kurikulum tidak
akan bermakna manakala tidak diimplementasikan dalam bentuk pembelajaran.
Demikian juga sebaliknya, tanpa kurikulum yang jelas sebagai acuan, maka
pembelajaran tidak akan berlangsung secara efektif. Persoalan tentang bagaimana
mengembangkan suatu kurikulum, ternyata bukanlah hal yang mudah, serta tidak
sesederhana yang kita bayangkan. Dalam skala makro, kurikulum berfungsi sebagai
suatu alat dan pedoman untuk mengantar peserta didik sesuai dengan harapan dan
cita-cita masyarakat. Oleh karena itu, proses mendesain dan merancang suatu
kurikulum mesti memerhatikan sistem nilai (value system) yang berlaku
beserta perubahan-perubahan yang terjadi di masyarakat itu. kurikulum
berfungsi mengembangkan seluruh potensi yang dimiliki oleh peserta didik sesuai
dengan bakat dan minatnya. Oleh karena itu, proses pengembangannya juga harus
memperhatikan segala aspek yang terdapat pada peserta didik.
Persoalan-persoalan tersebut yang mendorong begitu kompleksnya proses
pengembangan kurikulum. Kurikulum harus secara terus menerus dievaluasi dan dikembangkan
agar isi dan muatannya selalu relevan dengan tuntutan masyarakat yang selalu
berubah sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar